Memahami Stop dan Segitiga Exposure Dalam Fotografi

Memahami Stop Dan Segitiga Exposure Dalam Fotografi

Tidak setiap orang tahu semua istilah fotografi. Termasuk orang awam atau orang yang baru belajar mengenai fotografi. Salah satu istilah dalam fotografi yang jarang diketahui orang kebanyakan adalah kata “stop”. Nah, untuk mengetahui lebih jelas apa itu “stop”, mari kita simak penjelasan berikut.

Stop dalam fotografi kurang lebih memiliki arti mengubah jumlah cahaya yang diterima sensor atau film sehingga mempengaruhi exposure foto. Jika ingin membuat foto lebih terang dua kali maka Anda harus menambahkan satu stop. Jika ditambah dua stop lagi maka foto akan lebih terang empat kali. Kurangi satu stop berarti lebih gelap setengah kali. Satu stop berarti mengubah jumlah cahaya sebanyak kelipatan dua.

Memahami Stop Dan Segitiga Exposure Dalam Fotografi

Exposure foto itu sendiri adalah jumlah cahaya yang diterima sensor. Jika kita menikkan  satu stop maka akan meningkatkan exposure sebanyak dua kali. Aksi menaikkan atau mengurangi exposure bisa dilakukan dengan mengubah salah satu atau gabungan ketiga elemen yang menyusun segitiga ecposure, yakni shutter speed, aperture, dan ISO.

Stop dan Shutter Speed

Shutter speed ini berfungsi untuk mengukur jangka waktu sensor menerima cahaya. Semakin lama shutter speed, maka semakin banyak yang diterima sensor, dan artinya akan menaikkan exposure. Satu stop penuh merupakan hasil pembagian bilangan dua (pembulatan), yaitu 1, 1/1, ¼, 1/8, 1/15, 1/30, 1/60, 1/125, 1/250, 1/500, 1/1000, dst. Pindah satu stop berarti lmpat sekali, misal dari 1/30 ke 1/125, jika pindah dua stop berarti lompat dua kali.

Stop dan ISO

Dalam ISO juga demikian, tinggal dikalikan dua maka Anda naik satu stop. ISO 100 ke ISO 200 berarti satu stop, 200 ke 400, dan seterusnya.

Stop dan Aperture

Untuk bilangan aperture agak lebih sedikit susah karena bilangannya meloncat-loncat, yakni f/1, f/1.4, f/2, f/2.8, f/4, f/5.6, f/8, f/11, f/16, dan seterusnya.

Apa hubungan Stop dengan ketiganya?

Misal, Anda menggunakan setting kamera awawl : 1/125, f/8 dan ISO 100. Dalam hal ini, karena hasil fotonya under exposure (gelap) Anda naik satu stop yang artinya bisa tiga hal, yaitu 1/60, f/8, ISO 100 (hanya shutter yang berubah), atau 1/125, f/5.6, ISO 100 (hanya aperture yang berubah), atau 1/125, f/8, ISO 200 (hanya ISo yang berubah). Semua perubahan bernilai satu stop.

Keuntungan Membidik Gambar dengan Menggunakan Monopod

Keuntungan Membidik Gambar Dengan Menggunakan Monopod

Monopod merupakan salah satu perlengkapan yang digunakan untuk mendukung aktivitas fotografi. Alat ini berbentuk penyangga yang biasa digunakan oleh fotografer untuk membidik gambar, maupun ketika henda mengambil angle gambar yang memerlukan ketajaman gambar tertentu atau pencahayaan yang lebih.

Keuntungan Membidik Gambar Dengan Menggunakan Monopod

Dengan menggunakan monopod ini, pembidik gambar tentunya akan menghasilkan gambar bidikan yang lebih tajam dengan pencahayaan yang lebih terang. Meskipun sebagai tiang penyangga berkaki satu, monopod ini tidak hanya digunakan untuk membantu mengambil atau membidik gambar, tetapi juga dapat digunakan untuk membantu perekaman gambar sehingga mampu mengahasilkan perekaman dengan kualitas yang tinggi.

Pada dasarnya, alat ini memiliki fungsi yang hampir sama dengan sebuah tongsis atau tongkat penyangga ponsel pintar lainnya. Yang membedaannya adalah tongsis adalah media atau alat pengambilan gambar dimana kamera ditempatkan pada penyangga tersebut, sedangkan monopod lebih banyak digunakan oleh mereka yang menggunakan jenis kamera DSLR atau kamera lainnya. Biasanya monopod ini lebih banyak digunakan oleh fotografer.

Monopod ini memiliki berbagai kelebihan, tak hanya sebagai penyangga kamera pada saat membidik sebuah gambar. Kelebihan lainnya antara lain :

  1. Dapat digunakan untuk mengambil gambar dalam pencahahayaan yang lebih jelas.
  2. Memiliki bobot yang ringan sehingga tidak menambah beban pada penggunaan kamera sehingga lebih fleksibel.
  3. Dapat digunakan untuk mengambil gambar selfie, hal ini karena alat satu ini mampu mendukung berbagai angle dalam pengambilan gambar.
  4. Jika dipadukan dengan chestpod, maka monopod dapat berfungsi sebagai penyangga kamera yang dapat diletakkan pada dada pembidik gambar sehingga mampu menghasilkan gambar yang lebih tajam.

 

Kelebihan lainnya yaitu terletak pada kepala monopod, dimana kepala ini dapat diganti dengan berbagai model yang banyak beredar di pasaran sesuai dengan bentuk kamera yang digunakan. Untuk seri terbaru dari monopod ini, bahkan mendukung penempatan kamera mini atau kamera smartphone. Fungsi monopod yang dapat digunakan sesuai dengan situasi keberadan penggunanya inilah yang menjadikannya sebagai alat bantu pengambilan gambar yang digemari oleh orang-orang yang memilki hobi fotografi.

Keunggulan ActionCam Gopro Hero 5

Keunggulan ActionCam Gopro Hero 5

Anda pastinya sudah tak asing lagi dengan nama kamera aksi satu ini. Yup, Gopro, merupakan pelopor pertama kamera action. Kamera kecil ini memiliki kemampuan yang sangat tinggi dalam mengabadikan gambar maupun video dalam berbagai situasi. Belakangan ini, banyak anak muda yang menggunakan kamera ini sebagai pilihan utama agar bisa selalu tetap eksis.

Berbeda dari kamera pada umumnya, jika kamera biasa hanya dapat dipakai untuk mengabadikan gambar atau video dalam kondisi yang memungkinkan saja, namun action kamera tidak, kamera aksi ini dapat digunakan dalam berbagai kondisi baik, di darat, laut, maupun udara. Dengan mengusung berbagai fitur unggulan dan memilki ketahanan yang tinggi terhadap air, membuat kamera ini begitu diminati oleh masyarakat.

Keunggulan ActionCam Gopro Hero 5

Gopro sejauh ini telah banyak mengeluarkan berbagai varian produk aksi kameranya, salah satunya yang paling baru adalah seri Hero 5 yang baru saja meluncur di pasaran. Produk in pun tak kalah dari produk-produk terdahulunya. Mari kita lihat keunggulan GoPro Hero 5 ini!

  1. Memilki resolusi yang tinggi, yaitu mencapai 12 MP.

Sangat jarang ada kamera aksi yang dibekali dengan lensa beresolusi tinggi. Dengan resolusi tersebut, maka Anda dapat mengabadikan gambar yang benar-benar berkualitas.

  1. Memiliki Fitur Time Lapse

Fitur ini mampu mengabadikan gambar dalam jumlah besar yang nantinya akan menghasilkan tampilan seperti sebuah video yang berjalan. Fitur ini sangat cocok bagi Anda yang hobi hunting gambar pemandangan.

  1. Waterproof

Kamera aksi ini bisa digunakan di dalam air dengan kedalaman mencapai 10 meter sehingga cocok bagi Anda yang suka diving atau durving, serta akan memudahkan Anda untuk mengabadikan keindahan bawah laut.

  1. Konektivitas Lengkap

Perangkat ini juga dibekali dengan fitur wifi dan juga bluetooth sehingga memungkinkan Anda untuk lebih mudah berbagi gambar dan video tanpa mengandalkan transfer manual.

  1. Voice Control

Perangkat ini selain dapat mengabadikan gambar atau video, juga dapat menangkap suara. Dengan fitur ini, memungkinkan suara yang ditangka jauh lebih jelas.

  1. Memiliki Stabilitas yang Baik Terhadap Guncangan

Kamera aksi ini sangat cocok dipakai untuk mengabadikan mome dalam keadaan yang sangat ekstrim.

 

Jadi, apakah Anda tertarik dengan kamera aksi ini ? Kamera aksi ini dibanderol dengan harga Rp. 5 jutaan rupiah dan dapat dibeli langsung atau pun online.

Kelebihan Monopod Kamera Yang Perlu Anda Ketahui

Kelebihan Monopod Kamera Yang Perlu Anda Ketahui

Memiliki hobi fotografi pastinya merupakan keberuntungan tersendiri karena hobi yang bisa dibilang keren ini bisa dijadikan salah satu ladang bisnis yang cukup menjanjikan jika dikembangkan dengan baik. Hobi fotografi ini pun begitu diminati oleh anak muda karena hobi ini sangat populer apalagi dijaman serba digital seperti saat ini dimana eksistensi menjadi hal yang sangat dominan.

Untuk bisa menjalankan bisnis fotografi, tentunya selain memiliki kamera dan skill yang mumpuni, Anda juga harus memiliki beberapa peralatan yang mendukung untuk bisnis fotografi tersebut. Salah satunya peralatan yang dapat mendukung fotografi tersebut adalah monopod. Sebagai alat pendukung, monopod ini biasanya juga dijual di toko penjualan kamera.

Kelebihan Monopod Kamera Yang Perlu Anda Ketahui

Jika kita berbicara mengenai monopod, maka kita juga tak dapat lepas dari tripod yang juga merupakan komponen pendukung kamera. Sesuai dengan namanya, tripod ini memiliki tiga kaki dan biasanya digunakan oleh fotografer dalam studio foto. Sedangkan untuk monopod, sesuai dengan namanya, alat ini memang hanya memiliki satu kaki dan biasanya digunakan oleh fotografer dalam mengabadikan pertandingan sepak bola.

Monopod ini lebih fleksibel dibandingkan dengan tripd, karena hanya memiliki satu kaki. Nah selain itu juga ada keunggulan lain dari monopod tersebut. Untuk lebih jelasnya, simak ulasannya berikut ini.

  1. Lebih Ringan

Alat ini jauh lebih ringan dibandingkan dengan tripod, sebab hanya memiliki satu kaki. Selain itu dalam penggunaannya, alat ini dapat digunakan sesuai dengan keinginan karena tidak hanya bisa digunakan dalam keadaan berdiri saja. Dengan beratnya yang ringan, maka dapat Anda jadikan pilihan alat fotografi yang mudah difungsikan.

  1. Mudah Dirakit

Monopod cenderung lebih ringan untuk dirakit ketika akan melakukan pemotretan atau menjalankan aktivitas fotografi Anda karena hanya memiliki satu kaki yang perlu direkatkan bagian atasnya dengan kamera Anda.

  1. Murah

Dari segi penggunaannya yang lebih simpel, alat yang satu ini tidak banyak komponen sehingga jelas lebih murah dan tentunya akan menghemat kocek Anda ketika membelinya.

  1. Pas Untuk Angle Tertentu

Berbeda dengan tripod, penggunaan monopod dirasa lebih fleksibel dan cocok untuk pengambilan gambar dalam beberapa angle yang lebih banyak sehingga lebih menarik.

 

 

 

 

Golden Hour Dalam Fotografi

Golden Hour

Dalam dunia fotografi atau videografi, peran cahaya sangat dibutuhkan terutama ketika digunakan untuk memotret di tempat terbuka atau outdoor. Sebagai fotografer atau pemotret tentu sangat memperhatikan cahaya untuk mendapatkan hasil yang maksimal, maka wajar saja kadangkala kita menjumpai fotografer mengambil gambar pada waktu-waktu tertentu. Nah, waktu yang sangat ideal untuk fotografi atau mengambil gambar adalah dengan memanfaatkan waktu matahari terbit atau watku matahari tenggelam. Pada waktu-waktu tersebut lah yang disebut dengan istilah golden hour atau magic hour. Mungkin kita akan mudah menjumpainya diberbagai film untuk mendapatkan angle yang baik ketika matahari mulai terbit atau tenggelam. Lalu kapan tepatnya golden hour tersebut dimanfaatkan untuk dunia fotografi?

Golden Hour

Golden hour bahkan banyak dimanfaatkan oleh fotografer pro sebagai momen dengan kondisi pencahayaan terbaik selama sehari tersebut. pada umumnya jika kamu menginginkan waktu golden hour sebagai waktu untuk mendapatkan hasil gambar yang jernih bisa kamu lakukan ketika pukul 5-7 pagi/sore. Golden hour sebenarnya adalah cahaya matahari menerpa subjek foto dari disiy miring sehingga memberi dimenasi dan tekstur yang kaya dan memiliki warna keemasan yang hangat. Untuk mendapatkan golden hour pada rentang waktu tersebut memang diperlukan teknik, namun teknik ini bisa kamu bisa kembangkan dengan berlatih.

Bagaimana untuk mendapatkan hasil gambar yang bagus ketika golden hour?

Hal yang perlu kamu lakukan adalah memperkirakan jarak dan waktu. Ketika jarak matahari sudah dinamis yaitu tidak berada di jarak yang cukup tinggi dengan daratan maka kamu harus dengan sigap menyiapkan kamera. Karena pada umumnya matahari akan bergerak dengan cepat sehingga jika kamu tidak dengan sigap maka kamu akan kehilangan golden hour yang kamu inginkan tersebut.

Pastikan kamu menggunakan moder aperture priorirty agar tidak menghasilkan gambar yang terlalu terang atau terlalu gelap. Masalah yang sering kita jumpai adalah ketidaksiapan kita dalam pengaturan kamera dan dampaknya akan menghasilkan gambar over exposure atau under exposure.

Pada saat golden hour biasanya level pencahayaan juga menjadi sedikit rendah, artinya walaupun mata kamu bisa melihat dengan baik tampilan objek secara jelas belum tentu pada kamera akan menghasilkan yang serupa. Maka dari itu, langkah yang cukup membantu kamu adalah gunakan ISO yang lebih cepat dari yang kamu lakukan ketika waktu siang hari.

Hal yang paling penting untuk mendapatkan gambar yang bagus selama golden hour adalah perkiraan jarak dan waktu serta pengaturan kamera yang tepat.

Cara Setting Custom White Balance

Cara Setting Custom White Balance

Beberapa diantara kita tentu sudah sangat tidak asing dengan pengatura white balance. White Balance biasanya sangat mempengaruhi hasil warna gambar. Custom ini sangat penting untuk aspek fotografi yang akan berpengaruh pada hasil akhir pada gambar tersebut. Kita sering menjumpai custome auto white balance sudah menjadi bawaan kamera seperti Tungsten, Fluorecent, Daylight, Cloudy, flash maupun Shade. Namun, ternyata custom tersebut kurang efektif untuk memberikan temperature cahaya yang tidak akurat. Maka dari itu, setiap preset tersebut hanya digunakan untuk kondisi tertentu sehingga kita harus menyesuaikan dengan penuturan preset white balance untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan yang kita harapkan.

Cara Setting Custom White Balance

Bagaimana mengatur White Balance Secara manual?

Jika kamu menyukai dengan dunia fotografi maka teknik manual bisa menjadi cara yang bisa kamu coba. Terlebih dahulu yang perlu kamu persiapkan adalah kertas putih/HVS, tembok putih atau sesuatu hal yang berwarna putih bersih untuk mengatur White Balance. Jika tidak menemukan warna putih, kamu bisa menggunakan objek dengan warna abu-abu. Sebelum kamu setting kamera ke White Balance, yang perlu kamu lakukan adalah tempatkan kertas putih atau benda berawarna putih/abu-abu yang akan disinari cahaya tempat dimana kamu akan memotret objek kamu tersebut. pastikan kamu memposisikan kertas tersebut tepat satu frame dengan kamera kamu. sebelumnya pastikan exposure pada kamera seimbang sehingga hasilnya tidak akan over exposure atau under exposure.

Langkah selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah sebagai berikut:

  1. Untuk pengaturan white balance, kita akan mengambil contoh setting kamera dari Nikon D3100. Atur Custom White Balance kemudian preset Manual.
  2. Akan muncul Measure, kemudian pilih menu tersebut. Maka akan muncul ‘overwrite existing data?’ kemudian pilih ‘No’
  3. Bidik kertas HVS atau benda berwarna putih/abu-abu tersebut

Langkah tersebut sudah membuat mode manual untuk custome white balance sehingga sudah bisa digunakan. Cukup mudah, kan? Saatnya kamu mempraktekkan langsung dan potret foto sesuai dengan yang kamu inginkan.

Cara Mudah Dapatkan Kamera Bekas Berkualitas dengan Harga Murah

Sebagai alat untuk mengabadikan gambar atau membuat video, kamera tentunya merupakan sebuah alat yang banyak dicari oleh masyarakat. Apalagi kamera belakangan ini memainan peranan yang penting sebagai salah satu kebutuhan masyarakat agar tetap dapat eksis.  Dengan kamera yang bagus, pastinya gambar yang dihasilkan juga akan semakin bagus, sehingga ketika foto tersebut diunggah di sosial media, akan menjadi daya tarik tersendiri untuk mendapatkan likes, love, atau pun komentar positif tentunya.

Jika kita melihat belaangan ini, banyak  sekali kamera yang dijual murah di pasaran. Meskipun produk tersebut berkualitas, tetapi harga yang ditawarkan ada yang cukup terjangkau. Jenis kamera itu pun beragam, mulai dari kamera pocket hingga DSLR. Nah, yang paling banyak diminati oleh masyarakat biasanya adalah kamera DSLR. Kamera digital ini begitu diminati karena dilengkapi dengan banyak sekali fitur unggulan untuk menunjang kebutuhan mengambil gambar dan juga video.

Cara Mudah Dapatkan Kamera Bekas Berkualitas Dengan Harga Murah

Untuk mendapatkan produk kamera DSLR dengan harga yang murah, tentunya ini bukan hal yang sulit. Untuk mendapatkan yang murah dan berkualitas, salah satu pilihan yang bisa Anda gunakan adalah dengan membeli kamera second atau bekas. Tentu Anda harus pintar-pintar dalam memilihnya. Kebanyakan banyak produk kamera bekas ditawarkan dengan harga yangsangat murah, karena pada dasarnya nilai atau harga akan langsung anjlok. Berikut ini tips agar Anda mendapatkan kamera bekas terbaik.

  1. Perhatikan kelengkapan perangkat kamera tersebut

Perhatikan kelengkapan kamera tersebut mulai dari lensa, kabel USB, memori, baterai dan juga charger. Usahakan cari yang masih dilengkapi dengan box sehingga memudahkan Anda ketika akan menjualnya lagi. Juga untuk menjamin barang tersebut asli atau bukan.

  1. Perhatikan bodi kamera

Untuk mengetahui kualitasnya, salah satunya yang dapat Anda lihat adalah melihat bagian luarnya. Jika bagian luar masih mulus tanpa lecet, artinya kondisi kamera tersebut masih bagus.

  1. Coba fungsi kamera

Setelah melihat fisik luarnya, Anda kemudian juga harus mencobanya untuk mengetahui kualitas dari sarana teknologi tersebut. Beberapa kerusakan yang sering terjadi adalah kamera mudah sekali hang sehingga Anda harus benar-benar memperhatikan fitur-fitur di dalamnya.

  1. Cek semua tombol yang ada pada kamera tersebut

Pastikan bahwa semua tombol bisa dipakai secara mudah dan dapat menjalankan fungsinya masing-masing.

Itulah beberapa tips yang harus Anda perhatikan ketika membeli kamera bekas. Selamat mencoba!

Cara Memotret Astrophotography dengan Mudah

Langit malam atau benda-benda langit, merupakan salah satu objek fotografi yang cukup indah, terutama jika langit sedang cerah. Mungkin bagi Anda yang sering melihat hasil bidikan langit fotografer handal, pastinya Anda akan berpikir bahwa peralatan yang digunakan oleh fotografi tersebut merupakan peralatan yang lengkap dan mahal. Tapi tenang, ternyata untuk mebidik objek berupa langit, benda-benda langit atau astronomi ini dapat Anda lakukan dengan hanya bermodalkan kamera DSLR atau bahkan kamera smartphone.

Cara Memotret Astrophotography Dengan Mudah

Mau tahu bagaimanakah caranya? Yuk kita simak tips berikut ini !

Pertama-tama Anda harus menyiapkan perlengkapan yang wajib Anda bawa ketika melakukan pemotretan. Peralatan tersebut antara lain adalah :

  1. Tripod, harus dibawa karena fofografi ini memerlukan teknik Long Exposure, sehingga merupakan alat yang wajib dibawa untuk mendapatkan hasil maksimal.
  2. Kamera, tentunya harus Anda bawa tidak harus DSLR, selama kamera tersebut mendukung full-manual-control layaknya DSLR, kamera tersebut masih bisa digunakan.
  3. Smartphone, yaitu berfungsi sebagai gps atau kompas, atau star map untuk mencari bintang yang tepat.
  4. Perlengkapan camping, jika memang Anda ingin sekalian bercamping karena aktivitas pemotretan tersebut berlangsung di malam hari dan tentunya hasil terbaik didapatkan jika Anda memilih obyek sepanjang malam.

Yang kedua,  yaitu teknik untuk memotret astrophotography. Nah dalam hal ini caranya yaitu :

  1. Gunakan Long Exposure, untuk mengatur shutter speed 30 detik, tentunya ini merupakan batas minimal.
  2. Jangan gunakan autofocus, karena obyek yang kita akan kita tangkap adalah obyek jarak jauh sehingga lebih baik menggunakan fokus manual.
  3. Gunakan ISO tinggi, hal ini untuk menangkap lebih banyak cahaya, misalnya ISO 1600 dimana pada angka ini cukup aman untuk intensitas cahaya yang cukup dan noise tidak terlalu banyak.
  4. Gunakan focal length terlebar, misalnya lensa berada pada standar 18 mm sehingga sudut pandang lebih lebar dan memudahkan kita untuk membidik komposisi objek.

Tips terakhir yaitu cara memotret astrophotography tersebut, yang pertama yaitu gunakan tripod, kemudian cari tempat yang bebas polusi dan cahaya seperti di pedesaan, pegunungan, atau hutan, selanjutnya  cari rasi bintang scorpius yang dilalui oleh milkyway sehingga akan lebih terlihat. Terakhir, gunakan bantuan smartphone untuk membuka aplikasi starmap seperti Stellarium untuk mencari bintang yang kamu inginkan. Dengan menggunakan kompas dan gyroscope, kamu tinggal mengarahkan smartphone ke langit dan kita bisa menemukan bintang yang diinginkan. Mudah bukan? Selamat mencoba!

Cara Membuat Lighting Sederhana

Fotografi tentu tidak bisa lepas dengan pencahayaan. Cahaya merupakan salah satu faktor terpenting untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Bahkan dengan pencahayaan, hasil foto bisa lebih menarik bahkan setting kamera bisa diatur dengan sesuka hati sesuai dengan hasil yang diinginkan.

Namun, untuk pencahayaan ruangan bisanya sudah tersedian perlengkapan yang digunakan khusus interior. Biasanya lighting semacam ini akan menghasil biaya yang cukup mahal sehingga bagi kamu yang masih amatiran atau hanya fotografer awam akan kesulitan untuk mendapatkan lighting  tersebut. Untuk mengatasi masalah tersebut, kamu bisa menggunakan cara yang lebih sederhana dan biaya yang cukup murah serta terjangkau.

Cara Membuat Lighting Sederhana

Ada dua macam lighting yang kamu perlukan, pada umumnya jika untuk objek yang lebih kecil misalkan makanan yang pada umumnya akan di share di sosial media maka cara yang digunakan sangat sederhana. Sedangkan untuk hasil gambar yang lebih kompleks maka kamu perlu menyiapkan beberapa hal.

Lighting Untuk Objek Kecil

Yang dibutuhkan: Lampu Meja 2-3 buah, kardus dan kertas putih/HVS

Caranya: buat lightbox mini dengan memanfaatkan kaerdus tersebut, pasang bagian sisi kanan, kiri, atas, bawah, dan belakang dengan kertas HVS. Kemudian letakkan lampu meja di bagian sisi kanan, kiri dan belakang.

Mini studio dengan lighting sederhana tersebut sudah bisa kamu gunakan untuk memotret objek yang lebih kecil.

Lighting Untuk Objek Yang Lebih Komplek

Peralatan yang perlu kamu siapkan sebagai berikut:

  • Lampu spiral atau jenis lampu lain yang sesuai dengan kebutuhan kamu
  • Kabel yang lengkap dengan colokannya. Disarankan untuk menggunakan kabel dengan panjang minimal 5 meter
  • sakelar
  • Gunakan loyang berbentuk bulat atau kotak atau bisa juga menggunakan payung lampu taman dengan ukuran yang paling besar. Disarankan untuk menggunakan loyang/payung lampu taman yang terbuat dari seng/alumunium.
  • Baut dan mur ukuran 10
  • Pelat /pipa besi

Caranya:

Rangkai lampu dan payung lampu taman/loyang tersebut satu kesatuan dan membentuk seperti lighting pada studio foto. Pasang kabel untuk menghantarkan listrik. Gunakan bur dan mur untuk menyatukan antara payung lampu taman/loyang dengan pelat/pipa besi

Cukup efektif dan menghemat biaya, bukan? Sekarang kamu bisa melakukan studio foto do rumah tanpa harus menggunakan biaya yang cukup menguras kantong kamu.

4 Jenis Tas Kamera Beserta Plus Minusnya

Tak dapat dipungkiri memang, jika saat ini kamera menjadi salah satu kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat untuk tetap eksis di media sosial maupun sebagai sarana untuk mengabadikan setiap momen berharga. Bagi Anda yang memiliki kamera, salah satunya DSLR, pastinya Anda akan memakai tas kamera untuk membawa kamera tersebut kemana pun Anda pergi. Hal ini tentunya untuk menjaga kamera agar kamera tersebut terlindungi dari benturan dan dapat bertahan dalam berbagai situasi dan kondisi. Selain itu, yang tak kalah penting, tas kamera ini juga untuk menyimpan atau membawa seperangkat alat pendukung kamera, diantaranya adalah tripod dan berbagai aksesoris lainnya.

4 Jenis Tas Kamera Beserta Plus Minusnya

Tentunya dengan membawa lebih banyak perlengkapan kamera dan juga kamera tersebut, tas menjadi bagian yang sangat penting untuk  dipersiapkan sehingga kita juga harus jeli dalam memilih tas kamera. Tas kamera ini banyak dijual di pasaran dengan kisaran harga mulai Rp. 200.000,- an, tergantung dari ukuran juga merek yang Anda inginkan. Semakin bagus tas kamera tersebut, pastilah harga yang ditawarkan juga semakin mahal. Nah, agar tak salah pilih, mari kita ketahui jenis-jenis tas untuk menyimpan kamera berikut ini.

  1. Tas Model Messenger Bag

Tas yang satu ini memiliki satu buah tali selempangan dan cukup praktis untuk dibawa kemana-mana. Memiliki satu buah tempat untuk kamera dan juga beberapa alat pelindung seperti tempat lensa, USB, dan sejenisnya. Akan tetapi tas ini memiliki kelemnahan, yakni ukurannya kecil sehingga hanya bisa dipakai untuk menempatkan satu kamera saja.

  1. Model Backpack

Tas ini memiliki dua buah tali yang di pakai di punggung. Pada umunya ditawarka dalam berbagai pilihan ukuran dan ada banyak fitur di dalam tas tersebut. Selain itu, tas ini juga dapat menampung lebih dari satu kamera dan juga beberapa sarana pelengkapnya. Sayangnya harga tas ini jauh lebih mahal dibandingkan dengan model messenger bag.

  1. Model Sling Shoot

Model ini adalah gabungan dari model messenger dan backpack sehingga bisa digunakan di punggung atau diselempangkan biasa. Harga tas ini jauh lebih mahal dibandingkan lainnya karena banyaknya fitur penampung perlengkapan kamera.

  1. Model Tas Pinggang

Model ini ukurannya kecil sehingga hanya bisa digunakan untuk membawa kamera saku saja. Harga tas ini sanagt terjangkau dan lebih murah dibandingkan dengan tas lainnya.

Itulah beberapa tas kamera yang dapat Anda pilih sesuai dengan jenis kamera dan peralatan yang mendukung kamera tersebut. Jangan lupa untuk mempertimbangkan budget Anda juga.

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!