Tutorial Memotret Timelapse Siang Ke Malam

Tutorial Memotret Time Lapse Siang Ke Malam

Dunia fotografi memang pantas digemari oleh banyak orang karena permainan teknik yang digunakan agar mendapatkan hasil jepretan yang epik. Salah satu teknik yang sangat mendukung untuk menghasilkan gambar di outdoor adalah Time lapse Fotography. Teknik ini merupakan teknik pengambilan gambar atau foto dengan menggunakan interbal waktu untuk mengambil beberapa frame foto dalam satu momentum dan satu sudut pandang. Objek timelapse yang biasanya digunakan pada umumnya adalah pemandangan kota, pemandangan bintang, gunung, dll. Maka dari itu, teknik ini sangat cocok digunakan bagi kamu yang gemar traveling karena kamu akan menemukan banyak objek.

Untuk menghasilkan jepretan gambar dengan teknik timelapse siang ke malam memang membutuhkan waktu maka dari itu, setelah kamu menentukan objek yang kamu pilih sebaiknya perhatian hal-hal kecil kebutuhan kamu sembari menunggu hasil jepretan yang tepat.

Tutorial Memotret Time Lapse Siang Ke Malam

Agar tidak pegal memegangi kamera teknik ini sebaiknya kamu persiapkan peralatan penunjang kamera seperti tripod. Tripod akan memudahkan kamu untuk mendapatkan gambar yang konstan selain itu hasil gambar juga tidak akan blur. Penggunaan Tripod ini akan membantu kamu dalam pengambilan gambar karena waktu untuk pengambilan gambar cukuplah lama dan bahkan memakan waktu berjam-jam.

Pada umumnya, salah satu yang menjadi hal terpenting dalam teknik Timelapse Siang ke malam adalah framing. Hasil gambar serupa tentu akan menghasilkan satu frame yang indah maka dari itu kamu harus membutuhkan tripod untuk mendapatkan hasil jepretan yang bagus.

Dalam teknik Timelapse Siang ke malam tersebut ada beberapa hal lain yang perlu kamu ketahui ketika menggunakan kamera diantaranya adalah interval timer shooting, aperture/shitter speed balance dan ISO. Pertimbangan lainnya adalah fitur white balance pada kamera. Namun, kita tidak memasukkan fitur ini ke dalam pengaturan diatas karena shoot dengan white balance bisa berubah ketika dilokasi. Sebaiknya kamu atur white balance dalam kondisi semula, kamu bisa mensetting white balance sesuai dengan kondisi saat kamu dilokasi pemotretan tersebut. Jika kamu memotret siang ke malam sebaiknya atur white balance 5600K karena selang waktu yang didapatkan masih murni sehingga fitur white balace tidaklah terlalu penting.

Jika kamu menggunakan kamera dengan otomatis, maka beberapa hal berikut yang perlu kamu perhatikan:

  1. Atur kamera kamu pada mode Apperture Priority
  2. Kemudian atur ISO rendah untuk suasana cerah sedangkan ISO tinggi untuk suasana redup atau gelap.
  3. Atur Intervalometer sesuai dengan yang kamu inginkan
  4. Tekan Auto Exposure Lock agar kamera bisa mengatur pencahayaan secara otomatis
  5. Tekan Shutter dan gunakan aplikasi untuk membuat menjadi satu frame menyerupai video. Cara Setting Custom White Balance

Trik Menghasilkan Gambar Berkualitas dari Kamera Murah

Trik Menghasilkan Gambar Berkualitas Dari Kamera Murah

Anda memiliki kamera second murah? Atau Anda memiliki kamera DSLR jadul dan belum membeli baru ? Anda tak perlu berkecil hati karena kamera Anda tidak selalu kalah saing dengan kamera keluaran terbaru atau kamera mahal. Perlu Anda ingat, bahwa semahal atau pun sebaru apa pun kamera, jika penggunanya tidak pandai membidik gambar, maa sama saja tidak akan memberikan hasil gambar yang memuaskan. Oleh karena itu,  bagi Anda yang masih memiliki kamera bekas murah atau kamera jadul, Anda tidak perlu khawatir lagi, karena terdapat salah satu trik yang dapat Anda lakukan untuk membuktikan kamera yang murah pun dapat bersaing dengan kamera yang mahal.

Trik Menghasilkan Gambar Berkualitas Dari Kamera Murah

Hasil setiap bidikan kamera, tidak hanya bergantung pada kamera saja, tetapi juga pelaku pemotretnya. Bahkan, pemotret ini memiliki peran utama yang sangat menentukan apakah hasil gambar akan bagus atau tidak. Dengan demikian, untuk menghasilkan kualitas gambar yang maksimal, pemotret yang memakai kamera murah perlu menerapkan salah satu trik berikut :

Pertama-tama, pegang kamera dengan benar, hal ini untuk menghindari dari goyangan sehingga kamera akan stabil ketika akan membidik obyek. Selanjutnya, gunakan mode Aperture Priority (Anda), jika obyek yang Anda foto adalah manusia, serta gunakan burst mode jika Anda ingin memotret dengan gerakan yang cepat. Sebelum melakukan pemotretan, jangan lupa untuk melakukan setting terlebih dahulu pada kamera. Trik berikutnya yaitu ambil foto siluet atau bayangan. Caranya, ambil gambar benda di depan sumber cahaya, kemudian arahkan kamera pada bagian yang terang namun bukan ke arah cahaya.

Itulah tadi salah satu trik untuk mengambil gambar manusia dengan menggunakan kamera murah sehingga hasilnya pun tak kalah dengan hasil bidikan kamera mahal maupun kamera terbaru sekalipun yang memiliki fitur mumpuni. Dengan demikian, kamera murah atau mahal bukan suatu kendala bagi Anda untuk belajar, apalagi dalam memperlakukan objek secara baik dalam aktivitas fotografi agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal serta memberikan kepuasan tersendiri bagi Anda.

Trik agar foto lebih tajam

Trik Agar Gambar Lebih Tajam

Dalam fotografi tentu menghasilkan gambar dengan kualitas yang baik. Namun kadangkala diantara kita masih menghadapi masalah dengan hasil gambar yang kabur dan tidak fokus. Masalah ini tidak hanya terjadi pada fotografer yang masih awam atau sudah profesional sekalipun. Masalah gambar tidak tajam biasanya diakibatkan oleh beberapa macam diantaranya kurang tepat ketika pengaturan kamera dan waktu pengambilan yang kurang tepat.

Trik Agar Gambar Lebih Tajam

Agar kamu bisa menghasilkan gambar yang maksimal dan terlihat tajam, berikut kami akan paparkan beberapa teknik yang perlu kamu perhatikan:

  1. Perhatikan dari Cara Memegang Kamera

Salah satu faktor yang bisa menghasilkan gambar yang bagus adalah cara memegang kamera. Hal ini biasanya berlaku ketika kamu tidak menggunakan tripod sebagai penyangga maka dari itu kamu harus seimbang dan simetris ketika ingin memotret gambar. Sebaiknya pelajari lebih dalam mengenai cara memegang kamera yang tepat untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

  1. Gunakan Tripod

Tripod merupakan salah satu perlengkapan kamera yang sangat membantu kamu untuk mendapatkan hasil gambar yang bagus. hal ini sangat disarankan bagi kamu yang seringkali mengalami tangan tremor (tangan bergetar). Tangan yang tremor bisa mengakibatkan gambar yang tidak fokus dan blur sehingga akan sangat mengganggu aktivitas fotografi kamu. manfaatkan tripod sebagai pengganti tangan penyangga sehingga akan lebih efektif.

  1. Mirror Lock Up

Kamu menggunakan DSLR untuk fotografi kamu? Hampir semua jenis DSLR sudah dibekali dengan fitur yang bisa mengunci cermin sehingga tidak bergoyang ketika gambar mengambil exposure. Fitur tersebut disebut dengan mirror lock up. Caranya, aktikan fitur ini karena goiyangnan cermin bisa berefek pada ketahaman gambar.

  1. Manfaatkan Kabel Rilis

Kabel rilis berbentuj kabel yang secara fisik menempel ke kamera maupun yang sudah menggunakan remote nirkabel. Kabel rilis ini berfungsi agar kita tidak perlu menekan to,bol shitter dengan tangan langsung sehingga akan mengurangi kamera bergoyang.

  1. Setting Aperture

Untuk mendapatkan hasil gambar yang bagus adalah pengaturan pada angka aperture. Angka ini biasanya sangat mempengaruhi ketajaman gambar namun banyak yang mengabaikan sehingga hasil gambarnya pun tidak maksimal. Semakinluas DOF maka semakin kecil pula bukaan diafragma atau aperture (F13-F22) dan semakin sempit DOF maka bukaan diafragma yang digunakan juga semakin besar (F1.8-F3.5)

  1. Setting ISO yang Kurang Tepat

ISO yang kurang tepat dalam memotret gambar juga bisa menghasilkan gambar yang kurang bagus. maka dari itu, untuk mendapatkan gambar yang tajam kamu bisa mensettinghnya dengan ISO dibawah 500. Sebab, ISO yang tinggi bisa menghasilkan noise yang tentu saja bisa mengganggu tampilan gambar.

Tips Menjaga Lensa Kamera Agar Selalu Awet

Tips Menjaga Lensa Kamera Agar Selalu Awet

Memiliki kamera, tentunya Anda mau tak mau harus melakukan perawatan secara periodik. Dengan harga pembelian yang mahal dan harga purna jual yang masih menjanjikan, kamera memang wajib dirawat sebagai modal berharga dimasa yang akan datang. Dalam merawat kamera, selain bodi kamera secara keseluruhan, pastinya bagian lensa pun juga tidak luput dari perawatan tersebut. Apalagi komponen lensa tersebut merupakan ‘mata’ yang wajib selalu untuk dirawat, karena lensa ini merupakan komponen utama untuk menghasilkan bidikan terbaik.

Jika kita perhatikan, lensa ini terbilang sebagai komponen yang rawan mengalami kerusakan karena di dalamnya terdapat optik yang memang sangat sensitif terhadap suhu dan kelembaban sekitar. Sebagai komponen yang rawan, tentunya lensa ini pun membutuhkan perawatan yang ekstra. Sebab lensa ini sangat vital dalam menghasilkan foto, mulai dari kemampuan menangkap cahaya, menangkap obyek, detail gambar yang ditangkap, dan sebagainya. Jika lensa ini rusak pastinya Anda akan membeli dengan yang baru, padahal harga satu lensa sangat mahal.

Tips Menjaga Lensa Kamera Agar Selalu Awet

Berikut cara merawat lensa kamera agar tetap awet :

  1. Simpan di tempat yang layak

Simpanlah kamera pada tempat yang layak, dalam arti jauh dari jangkauan anak-anak dan tidak disimpan sembarangan. Akan lebih baik jika disimpan dalam dry cabinet, yakni sejenis lemari yang suhu di dalamnya bisa diatur. Hal ini karena lensa akan mudah rusak jika disimpan dalam suhu lembab. Seperti kita ketahui, Indonesia beriklim tropis dengan kelembapan 70% sehingga lensa kamera akan rentan jika tidak disimpan dalam suhu yang baik.

  1. Hindarkan dari air dan kelembaban

Ketika kita akan melakukan aktivitas fotografi, sadar atau tidak, kita kadang akan menemui spot fotografi yang lembab seperti pantai, gunung, dan lokasi lainnya. Dalam kondisi tersebut, kadang lensa akan terkena air atau kelembaban tersebut, sehingga kita harus mengelapnya setiap beberapa menit sekali. Untuk mengelapnya, maka sebaiknya gunakan kain microfiber untuk mengurangi efek kelembaban tersebut.

  1. Hati-hati saat mengganti lensa

Seperti yang kita ketahui, lensa kamera DSLR ini dapat diganti-ganti sesuai dengan kebutuhan. Jika saat ini menggunakan kamera standar, maka bisa diganti dengan kamera micro untuk memotret obyek kecil dan bergerak. Obyek yang berbeda tersebut tentunya akan memerlukan lensa yang berbeda pula sehingga mau tak mau kita harus mengganti lensa. Jika kita tidak hati-hati dalam menggantinya, maka lensa ini akan mudah rusak.

 

Itulah tadi beberapa tips yang dapat dilakukan untuk merawat lensa kamera. Tentunya Anda tidak mau bukan lensa kamera Anda rusak dan membeli lensa baru dengan harga yang mahal? Tips tersebut dapat Anda aplikasikan!

Tips Foto Zoom Blur atau Zoom Burst

Tips Foto Zoom Blur Atau Zoom Burst

Zoom Blur atau Zoom Brust merupakan teknik dalam fotografi untuk menghasilkan ga,bar dengan tampilan garis disekitar objek. Garis tersebut bukan dikarena pergerakan objek melainkan dari gerakan lensa atau zoom lensa. Hasil foto dengan teknik ini bisa menghasilkan karya seni yang menakjubkan. Maka diperlukan teknik yang tepat namun ternyata tektik tersebut tidaklah semudah yang kamu bayangkan. Walaupun teknik ini memang terlihat simpel karena hanya cukup dengan memutar ring zoom yang ada di lensa sambil mengambil exposure, namun kamu harus mendapatkan kondisi tangan yang stabil karena memerlukan pergerakan untuk memutar ring zoom yang lambat.

Tips Foto Zoom Blur Atau Zoom Burst

Sebelum melakukan jepretan gambar dengan teknik ini, kamu bisa menyiapkan tripod untuk mendapatkan hasil yang bagus dan stabilitas gambar pun lebih tajam. Bahkan kamu bisa memanfaatkan perlengkapan ini untuk memotret gambar pada malam hari. Biasanya untuk menghasilkan foto zoom brush akan mustahil jika menggunakan tangan.

Untuk mendapatkan hasil foto zoom blur atau zoom brush, berikut teknik yang perlu kamu perhatikan:

  1. Pastikan untuk shutter kamera terbuka sehingga kita bisa meutar ring zoom pada kamera tersebut
  2. Untuk mendapatkan hasil gerakan gambar yang bagus, maka kita perlu atur shutter speed lebih rendah dari biasanya. Gunakan tangan secara perlahan, atur shutter antara ¼ hingga 1/10 detik. Akan jauh lebih bagus jika kamu menggunakan tripod karena kamu bisa mengaturnya dengan mudah. Setting kamera di shutter priority Tv atau S kemudian coba praktekkan dengan beberapa setting yang berbeda hingga kamu mendapatkan hasil yang kamu inginkan.
  3. Agar hasil jeretan kamu bagus maka kamu harus fokus terhadap objek sasaran kamu. tetapkan subjek sebagai titik fokus di tengah frame sebagai latihan. Kamu bisa menggunakan manual fokus atau back button focusing sehingga akan memudahkan kamu untuk mendapatkan fokus gambar terutama bagi kamu yang masih baru dalam mengenal teknik ini.
  4. Setting lensa di posisi zoom teroanjang dan tempatkan subjek utama di tangah frame. kemudian tekan tombol shutter dan putar lensa secara bersamaan. Pastikan kamera dalam keadaan stabil untuk langkah pertama, kemudian gerakkan secara lembut. Yang perlu kamu lakukan adalah memutar ring hingga habis. Untuk langkah selanjutnya kamu bisa memutar ring dengan lebih cepat namun kamu harus melakukannnya dengan stabil.

Tips Foto Travel Yang Unik

Tips Foto Travel Yang Unik

Traveling sepertinya sudah menjadi aktivitas yang harus dicoba bagi kamu yang memerlukan kesibukan yang padat. Tentu untuk traveling tidak akan lengkapi jika kamu tidak mengabadikan setiap momen dengan hasil gambar yang unik dan apik. Dalam masalah fotografi, tentu kamu menginginkan hasil gambar yang bagus, bukan? Kadangkala kita hanya mengabadikan dengan setting kamera atau angle yang seadanya.

Tips Foto Travel Yang Unik

Agar hasil foto traveling bisa maksimal, kamu bisa mencoba beberapa tips ini agar hasil traveling kamu tidak mengecewakan.

  1. Shot Gambar Dari Angle Yang Pas

Agar hasil jepretan kamu terlihat maksimal, ada baiknya jika kamu mengambil angle gambar yang pas. Bahkan kamu juga bisa mengambil dari segi sudut yang unik misalkan ketika terdapat beberapa orang sedang berdiri, kamu bisa mengambil gambarnya dari tempat yang lebih rendah. Atau kamu juga bisa memanfaatkan beberapa objek sebagai frame sehingga hasil foto kamu seolah-olah terbingkai oleh objek tersebut.

  1. Potret Penduduk Setempat

Sebagai seorang yang sedang berlibur tidak salahnya kamu mencoba untuk mengabadikan orang-orang sekitar kamu. Terutama untuk penduduk yang memiliki adat yang unik, meminat ijin untuk mendapatkan gambar mereka bisa menjadi salah satu kenangan menarik untuk momen traveling kamu.

  1. Perhatikan Komposisi Foto

Komposisi foto sangat membantu kamu untuk mendapatkan hasil yang menarik karena porsi gambar yang dijepret bisa pas. Kamu bisa menggunakan aturan Rule of thrids yang meletakkan dalam foto pada sepertiga frame.

  1. Minimalkan Objek yang Kamu Foto

Menyederhanakan objek yang difoto bisa menghasilkan frame yang indah. Misalkan kamu berada dilapangan yang penuh dengan rumput hijau, foto lah satu objek namun didominasi dengan rumput hijau tersebut. Hasilnya akan jauh lebih menarik daripada hanya sekedar mengambil foto saja.

  1. Gunakan teknik Panorama

Teknik panorama  bisa kamu dapatkan ketika menggunakan mode panorama yang ada di setting kamera kamu. hal ini berlaku bagi kamu yang tidak menggunakan kamera dengan lensa kamera yang lebar sehingga hasil foto tidak bisa menyeluruh. Dengan mode panorama, foto yang dihasilkan bisa melebar dan menyeluruh dan sangat bagus jika digunakan untuk memotret pemandangan alam.

  1. Manfaatkan Waktu Golden hour

Golden hour merupakan istilah yang sering kita dengar di duni fotografi. Waktu untuk mendapatkan golden hour biasanya bisa kamu jumpai ketika matahari terbit/tenggelam. View yang dihasilkan pada golden hour justru lebih menarik karena gradasi warna langit yang dihasilkan oleh matahari.

Ciptakan momen traveling terindah kamu dengan beberapa teknik di atas sehingga kesan traveling kamu lebih indah.

Tips Foto Light Trails atau Jejak Lampu

Tips Foto Light Trails Atau Jejak Lampu

Sering melihat foto dengan garis cahaya yang diakibatkan pergerakan objek? Foto tersebut disebut dengan foto light trail atau jejak lampu.  Foto tersebut merupakan foto dengan objek utama lampu kendaraan yang terlihat mengekor mengikuti bentu jalan. Trik ini cukup populer digunakan oleh fotografer bahkan oleh orang awam sekalipun.

Tips Foto Light Trails Atau Jejak Lampu

Lalu bagaimana caranya biar bisa menghasilkan foto light trail? Namun sebelum membahas cara untuk menghasilkan foto light trail, yang perlu kamu siapkan adalah perlengakapan yang mendukung untuk menghasilkan tampilan jejak lampu tersebut.

  1. Siapkan tripod agar gambar yang kamu ambil tidak bergoyang dan hasilnya pun bisa stabil
  2. Jika kamu memiliki lensa hood, akan jauh lebih baik karena bisa mengatasi masalah flare foto yang pastinya akan menghasilkan gambar yang buruk.
  3. Remote shutter merupakan salah satu perlengkapan yang tidak wajib namun jika kamu memilikinya maka akan sangat membantu kamu ketika memotret hasil yang diinginkan.

Langkah selanjutnya adalah tips yang perlu kamu perhatikan agar hasil yang kamu dapatkan juga maksimal.

  • Gunakan Shutter Speed Priority
  • Atur setting Shutter Speed lebih dari 6 detik agar hasilnya tidak putus-putus sehingga cahaya yang didapatkan bisa memanjang.
  • Jangan gunakan flash ketika menginginkan hasil foto light trail. Tentu flash akan bertabrakan dengan hasil cahaya yang didapatkan.
  • Atur ISO terendah. Pengaturan ISO terendah ini bertujuan untuk mendapatkan Light trail yang maksimal dan menghindari hasil gambar over exposure
  • Matikan High ISO Noise Reduction
  • Perhatikan komposisi saat memfoto. Tentu tidak mau kan menghasilkan foto light trail yang jelek. Bisa saja terjadi jika kamu tidak menentukan angle yang pas ketika membidik foto tersebut. akan jauh lebih baik jika kamu mengambil goto dari angle jalan berbelok, atau bentuk jalan yang sekiranya menarik bagi kamu.
  • Atau manfaatkan mode manual focus. Kamu bisa menetapkan titik fokus pada posisi infinity dan depth of field yang tidak terlalu sempit sehingga hasil foto light trail terlihat maksimal dan hasilnya pun lebih menakjubkan.

Tips Agar Muka Lebih Fotogenik

Tips Agar Muka Lebih Fotogenik

Mungkin diantara kita sudah tidak asing dengan istilah fotogenik. Ya, wajah yang fotogenik adalah eksperi wajah yang bisa menghasilkan kesan menarik ketika di foto. Walaupun dengan bentuk wajah yang berbeda-beda hasil fotogenik bisa dihasilkan dengan beberapa teknik. Namun tidak semua orang tahu cara untuk menghasilkan wajah yang fotogenik tersebut, sebagian masyarakat justru mengatakan bahwa ekspresi yang menarik pada seseorang tersebut sudah menjadi bawaan dari diri seseorang tersebut.

Seperti yang sempat disinggung diatas, bahwa wajah yang fotogenik sebenarnya bisa dihasilkan dengan beberapa teknik. Di dunia fotografi, teknik untuk mendapatkan hasil yang fotogenik juga memerlukan keahliah khusus sehingga kita melihat model majalah yang tidak menarik pada akhirnya akan menghasilkan foto yang menarik untuk dipandang.

Tips Agar Muka Lebih Fotogenik

Berikut beberapa tips untuk mendapatkan hasil wajah yang fotogenik ketika berhadapan dengan kamera:

  1. Potret Wajah Sejajar Dengan Mata

Dari segi pengambilan foto, sebaiknya hindari memotret wajah dari sudut lebih rendah melainkan dengan sejajar dengan wajah atau mata.

  1. Gunakan Teknik Squinching

Squinching merupakan teknik dimana kamu sedikit menyipitkan mata dan mengernyitkan dahi. Hal ini bisa membuat kelopak mata akan sedikit naik dan hidung sedikit mengernyit sehingga akan menghasilkan senyum yang natural. Senyuman yang natural justru menjadi point fotogenik sehingga hasil foto pun terlihat natural dan menarik.

  1. Gunakan Angle Yang Benar

Ya pengambilan gambar atau posisi badan yang benar akan menghasilkan gambar yang jauh lebih baik. Yang paling ideal untuk memotret adalah dengan mengambil gambar dari samping. Kamu bisa sedikit memiringkan badan atau memalingkan sedikit muka sehingga hasil gambar pun lebih terkesan eye-cathing.

  1. Rileks

Hal yang sering kita secara tidak sengaja kita lakukan adalah badan yang tegang atau kaku. Untuk mendapatkan hasil wajah fotogenik kamu memerlukan ekspresi yang natural dan fun jadi ekspresi tidak terlalu kaku. Tampilkan senyum riang sehingga hasilnya pun lebih menakjubkan dari yang kamu sangka.

  1. Kenali Karakter Wajah Kamu

Setiap orang memiliki karakter wajah yang berbeda-beda maka dari itu diperlukan angle yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut. misalkan, jika hidung teman kamu pesek maka sebaiknya potret dari depan dan usahakan temanmu untuk menatap lurus ke depan.

Penyebab Foto Tidak Tajam

Penyebab Foto Tidak Tajam

Sekarang banyak kita jumpai dengan mudah orang menggunakan kamera untuk membagikan atau membuat sebuah momen. Tentu untuk mendapatikan hasil yang menakjubkan dibutuhkan teknik tertentu. Terkadang diantara kita masih kebingungan ketika melihat hasil gambar masih saja tidak tajam atau blur. Tidak hanya kamu yang masih sangat awam dalam dunia fotografi, foto tidak tajam atau blur juga bisa dialami oleh fotografer pro.

Penyebab Foto Tidak Tajam

Baiklah, untuk mengetahui permasalah apa saja yang menyebabkan hasi jepretan masih saja tidak tajam. Berikut beberapa hal yang faktor penyebab foto tidak tajam/blur:

  1. Shutter Speed Yang Kurang Tepat

Hal yang perlu kamu ingat adalah shutter speed jangan diatur lebih lembar dibanding 1/panjang focal. Untuk contoh mudahnya, ketika kamu menggunakan lensa dengan panjang 50 mm maka sebaiknya kamu gunakan shutter speed 1/60 atau lebih cepat. Hal ini juga berlaku pada lensa yang lebih panjang, misalkan lensa tela yang harus menggunakan shutter speed diatas 1/250. Keunggulan jika kamu menggunakan lensa tele adalah hasil blur atau hasil gambar tidak tajam akan lebih terlihat. Apabila kamu tidak memiliki lensa tele, lensa IS dan VR juga cukup membantu kamu untuk mendapatkan hasil foto yang lebih tajam.

  1. Pergerakan Objek Yang Akan Di Foto

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah tidak bisa membedakan waktu yang tepat ketika menjepret objek. Tentu kita harus membedakan cara memfoto pada benda bergerak dan juga benda yang diam. Pergerakan objek semacam ini akan menghasilkan gambar yang tidak tajam jika dilakukan dengan cara yang salah. Walaupun kamu menggunakan auto focus namun jika tidak memahai pergerakan objek tetap saja gambar akan terlihat tidak tajam.

  1. Wide Open

Setiap lensa memang memiliki panjang yang berbeda maka dari itu gambar yang dihasilkan juga akan terlihat jelas berbeda. Namun, apapun lensa kamera yang kamu miliki biasanya memiliki ‘sweet spot’. Walaupun setiap lensa memiliki sweet spot yang berbeda-beda, pada umumnya yang dimiliki sekitar f/8 – f/11.

Kembali lagi, titik lemah dari penggunaan lensa adalah ketika menggunakan aperture yang besar sehingga hasil gambar tidak tajam.

  1. Pengaturan ISO

Yang menjadi penyebab hasil gambar tidak tajam adalah kamu mengatur ISO terlalu tinggi sehingga akan kemungkinan besar akan menghasikan noise. Maka dari itu, untuk hasil yang stabil kamu bisa menggunakan ISO 500. Ukuran tersebut bisa digunakan dalam segala kondisi namun kembali lagi, kamu bisa mengatur ISO sesuai dengan kebutuhan kamu

Memilih Flash Eksternal Untuk Kamera Mirrorless

Memilih Flash Eksternal Untuk Kamera Mirrorless

Mengingat kini sudah semakin banyak yang menggunakan kamera mirrorless, sedangkan orang terlebih dahulu telah banyak yang menggunakan DSLR terkait dengan flash fotografi, lalu bagaimanakah dengan pengguna mirrorles yang ingin berkreasi dengan flash photography?

Pertama-tama, jika Anda memiliki kamera mirrorless, Anda perlu melakukan riset kecil-kecilan dengan mencari flash eksternal yang dibuat oleh merek yang sama seperti kamera Anda. Diurutan pertama, ada Sony yang memiliki banyak pilihan flash, kemudian diurutan selanjutnya ada Fuji, Panasonic, Olympus. Mirrorless Canon EOS M adalah perkecualian karena bisa pakai flash mili DSLR Canon itu sendiri (hotshue dan TTL nya sama). Setelah tahu pilihan yang harus Anda ambil, selanjutnya cek banderol harganya. Tak lupa, selain faktor dana, kekuatan flash dan ukuran atau dimensi flashnya juga harus dipertimbangkan mendapatkan hasil flash yang sempurna.

Memilih Flash Eksternal Untuk Kamera Mirrorless

Kedua, Anda juga bisa memilih flash buatan dari pihak ketiga (third party) untuk kamera mirrorless. Pihak ketiga ini biasanya dari merek Eropa (misal Metz) atau dari Jepang (Nissin), serta dari China (Yongnuo atau Godox). Selain itu ada juga buatan pihak ketiga yang di re-brand.

Mirrorless lebih bervariasi

Produsen flash pihak ketiga seperti Godox (TTL nya), juga membuat flash untuk kamera mirrorless dan kompatibel penuh dengan setiap merek. Akan tetapi faktanya, kamera mirrorless itu lebih variatif baik dari segi teknologi, segmentasi hingga kompatibilitas. Untuk produsen dari pihak ketiga, untuk membuat flash yang dijamin kompatibel tentunya sangat sulit sekali bagi mereka karena sumber daya mereka terbatas.

Mirrorless pakai live-review

Terkadang, lokasi yang kita akan foto dengan flash tersebut gelap sehingga kita memakai mode Manual, maka live-view akan menampilkan gambar yang gelap sehingga susah untuk membidiknya. Untuk itu, pengguna mirrorless harus mencari setting di kamera untuk mengubah mode live-review menjadi ‘selalu terang’. Tapi ada juga mirrorless yang tidak bisa diubah sehingga saat mode manual, live viewnya tetap gelap.

Masalah teknis berkaitan dengan shutter

perlu diingat bahwa sebagian kamera mirrorless menerapkan shutter elektronik dan hal ini tentunya tidak akan bersahabat dengan flash. Flash hanya bisa dipakai dengan shutter mekanik kamera, jadi bagi yang masih menggunakan shutter elektronik harus diganti terlebih dahulu dengan shutter mekanik untuk bisa memakai flash. Memakai shutter mekanik pun juga ada batasan sinkronisasi flash yang berbeda-beda.

Flash Manual

Jika tujuan meakai flsh tersebut hanya untuk sekedar belajar, maka tidak ada salahnya Anda mengatur flash menggunakan mode manual karena meski kamera tersebut mirrorless, tetap saja pilihan flashnya banyak. Di pasaran, banyak flash manual yang bisa dipakai di semua kaki hot shoe kamera (kecuali Sony NEX lama – karena desain hot shoe nya berbeda). Dalam hal ini Anda perlu mencoba-coba terlebih dahulu karena ada kamera mirrorless yang tidak mau membuat flash manual ini menyala. Kalaupun bisa menyala, fitur flash yang lain seperti TTL, HSS, AF assist beam dan sebagainya tidak bisa dinimati.

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!