Memilih Flash Eksternal Untuk Kamera Mirrorless

Memilih Flash Eksternal Untuk Kamera Mirrorless

Mengingat kini sudah semakin banyak yang menggunakan kamera mirrorless, sedangkan orang terlebih dahulu telah banyak yang menggunakan DSLR terkait dengan flash fotografi, lalu bagaimanakah dengan pengguna mirrorles yang ingin berkreasi dengan flash photography?

Pertama-tama, jika Anda memiliki kamera mirrorless, Anda perlu melakukan riset kecil-kecilan dengan mencari flash eksternal yang dibuat oleh merek yang sama seperti kamera Anda. Diurutan pertama, ada Sony yang memiliki banyak pilihan flash, kemudian diurutan selanjutnya ada Fuji, Panasonic, Olympus. Mirrorless Canon EOS M adalah perkecualian karena bisa pakai flash mili DSLR Canon itu sendiri (hotshue dan TTL nya sama). Setelah tahu pilihan yang harus Anda ambil, selanjutnya cek banderol harganya. Tak lupa, selain faktor dana, kekuatan flash dan ukuran atau dimensi flashnya juga harus dipertimbangkan mendapatkan hasil flash yang sempurna.

Memilih Flash Eksternal Untuk Kamera Mirrorless

Kedua, Anda juga bisa memilih flash buatan dari pihak ketiga (third party) untuk kamera mirrorless. Pihak ketiga ini biasanya dari merek Eropa (misal Metz) atau dari Jepang (Nissin), serta dari China (Yongnuo atau Godox). Selain itu ada juga buatan pihak ketiga yang di re-brand.

Mirrorless lebih bervariasi

Produsen flash pihak ketiga seperti Godox (TTL nya), juga membuat flash untuk kamera mirrorless dan kompatibel penuh dengan setiap merek. Akan tetapi faktanya, kamera mirrorless itu lebih variatif baik dari segi teknologi, segmentasi hingga kompatibilitas. Untuk produsen dari pihak ketiga, untuk membuat flash yang dijamin kompatibel tentunya sangat sulit sekali bagi mereka karena sumber daya mereka terbatas.

Mirrorless pakai live-review

Terkadang, lokasi yang kita akan foto dengan flash tersebut gelap sehingga kita memakai mode Manual, maka live-view akan menampilkan gambar yang gelap sehingga susah untuk membidiknya. Untuk itu, pengguna mirrorless harus mencari setting di kamera untuk mengubah mode live-review menjadi ‘selalu terang’. Tapi ada juga mirrorless yang tidak bisa diubah sehingga saat mode manual, live viewnya tetap gelap.

Masalah teknis berkaitan dengan shutter

perlu diingat bahwa sebagian kamera mirrorless menerapkan shutter elektronik dan hal ini tentunya tidak akan bersahabat dengan flash. Flash hanya bisa dipakai dengan shutter mekanik kamera, jadi bagi yang masih menggunakan shutter elektronik harus diganti terlebih dahulu dengan shutter mekanik untuk bisa memakai flash. Memakai shutter mekanik pun juga ada batasan sinkronisasi flash yang berbeda-beda.

Flash Manual

Jika tujuan meakai flsh tersebut hanya untuk sekedar belajar, maka tidak ada salahnya Anda mengatur flash menggunakan mode manual karena meski kamera tersebut mirrorless, tetap saja pilihan flashnya banyak. Di pasaran, banyak flash manual yang bisa dipakai di semua kaki hot shoe kamera (kecuali Sony NEX lama – karena desain hot shoe nya berbeda). Dalam hal ini Anda perlu mencoba-coba terlebih dahulu karena ada kamera mirrorless yang tidak mau membuat flash manual ini menyala. Kalaupun bisa menyala, fitur flash yang lain seperti TTL, HSS, AF assist beam dan sebagainya tidak bisa dinimati.

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!